Home » » Prolog dan Epilog #2

Prolog dan Epilog #2

***

Setelah beberapa bulan saling berbagi cerita lewat email, mereka berdua saling mempunyai perasaan suka tapi satu diantara mereka tidak berani mengucapkannya, hingga pada sabtu pagi tiba-tiba Mita mengajak Juan bermain ke sebuah pantai, karena bingung dengan pakaian yang cocok untuk bertemu Mita di pantai Juan meminta tolong temannya memilihkan pakaian yang sesuai, temannya itu bernama Rena sahabat Juan dari kecil dengan berparas putih jepang karena keturunan jepang dan potongan rambut Mid-length, Rena yang juga suka sama Juan tidak berani mengucapkannya sangat di sayangkan.

"Rena, bisa minta tolong, kau ini kan perempuan jenis pakaian yang cocok dengan ku itu seperti apa?" tanya Juan sontak Rena kaget yang kebetulan tumben sekali Juan ingin berpakaian rapih.
"Tumben sekali  kau Juan, emangnya ada acara apa?" tanya Rena dengan perasaan penasaraan
"Jadi gini Ren, ada yang mengajak ku bertemu dan bermain dia namanya Mita, orangnya baik dan aku suka itu," Karena Juan tidak tau kalau Rena sebenarnya suka pada Juan, sontak Rena kaget dan hanya membalas dengan senyum.

Sembaring di jalan menuju pantai Juan mendengarkan sebuah lagu dan membeli bungan dua bunga mawar putih dan satu warna merah, dan sampai lah di tempat tujuan, Juan menunggu di sebuah kedai kecil agar Mita ingat dimana pertama kali mereka berdua bertemu, akan tetapi Juan yang sudah menunggu Mita berjam-jam tidak kunjung datang dan Juan sedikit kecewa dengan membawa bunga yang layu, karena senja di pantai sudah datang menyapa Juan, akhirnya ia pulang.

Mita raib, seperti di telan bumi. Tak ada kabarnya sama sekali. Padahal, hari itu Juan menunggunya di pantai seharian, Mita sama sekali tidak datang. Awalnya, Juan hanya menyangka jika Mita terlambat datang. Karena itu, keesokannya Juan kembali datang. Tapi, lagi-lagi Mita sama sekali tidak muncul.Juan terus melakukan hal yang sama sampai berkali-kali dan hal yang sama terus terjadi.
Mita tidak pernah datang.
***

Rena dan Juan sudah melakukan banyak cara untuk mencari keberadaan Mita, dari mengirim email sebanyak mungkin. Tapi, sampai sekarang belum ada hasil atas pencarian mereka. Rena pun datang dan menghapiri Juan yang sedang melihat senja di sore itu, "Apa kau masih mau menunggu perempuan yang kau cari selama ini?"

Juan tersenyum tanpa menolehkan mukanya ke Rena dan berkata, "Tentu saja, karena menunggu itu harapanku. Meski aku tak tahu masa depanku seperti apa, meski aku tak mengerti bagaimana menghadapi masa depanku nanti, tapi menunggu membuatku yakin bahwa masa depan akan lebih indah lagi, jika bersama dengan orang yang kita cintai.

Rena tersenyum dan berbicara dalam hati.
"Juan kau tidak tau, kalau aku menunggu mu"
*** 
Thanks for reading Prolog dan Epilog #2

« Previous
« Prev Post

0 comments :

Post a Comment