Home » » Prolog dan Epilog #1

Prolog dan Epilog #1

PROLOG.

***

Ada seorang laki-laki menunggu perempuan yang hampir saja membuat laki-laki ini merasa bosan. Menjadi bahan lelucon teman-teman karena dianggap tidak suka pada lawan jenis akhirnya terjawab sudah. Namanya panggilannya Juan dia bertemu dengan seorang perempuan bernama Mita di tempat wisata yang ramai, kala itu cuaca tidak bersahabat jadi para pengunjung mencari tempat berteduh, disana lah tempat di warung kedai mereka berdua bertemu. Mita pun menyapa dengan lembut Juan yang kebetulan sudah lebih dulu memesan segelas kopi susu dan roti bakar.
"Permisi boleh saya bergabung?" Dengan diakhiri senyum.
Juan pun dengan muka tampan dan grogi itu menjawab.
"Bo.. Boleh silahkan," Sambil membetulkan kaca matanya dia membalas senyum
Obrolan demi obrolan yang di tanyakan lebih dulu oleh Mita di jawab satu persatu oleh Juan, sambil menunggu hujan di luar reda Mita pun memesan satu gelas susu coklat dan kentang goreng, itu adalah menu favorit Juan.
Disinilah Juan mulai berani curi-curi pandang dengan Mita yang kebetulan menggunakan celana jeans dan kaos biru dongker, Juan nampak grogi dengan menanyakan sesuatu pertanyaan kepada Mita yang sontak di balas oleh Mita dengan kata.
"Kamu kenapa? keliatan grogi gitu?" sambil ketawa halus..
Juan tersenyum dan menjawab dengan sangat jujur.
"Ini pertama kali ada perempuan cantik mengajak ngobrol saya,"
Sontak Mita tertawa dengan senyum manisnya, membayangkan laki-laki tampan tapi masih berparas polos itu, Juan pun malu dengan kata-kata yang tiba-tiba keluar itu. Kebetulan saking lamanya bertukar cerita hujan diluar-pun reda, karena Mita masih sangat awam dengan daerah wisata ini Juan menwarkan Mita berkeliling tempat wisata tersebut.

Mereka seperti teman laman yang sedang bermain padahal baru saling mengenal itu juga hanya sebatas Nama. Karena hari sudah sore Mita akhirnya izin pulang lebih dulu tanpa meninggalkan nomer telepon yang sewaktu-waktu dibutuhkan Juan, tapi minta meninggalkan email dan syarat tentang sharing dan berbagi cerita.
"Juan, ini catat email ku, kelak nanti kita sharing disana," ujar Mita
tidak lama Juan menjawab dan memberikan pertanyaan Retoris kepada Mita.
"Untuk apa email ini, tidakkah lebih penting aku meminta nomer telephone mu?"
Mita menjawab dengan senyuman.
"Nanti kamu juga tau fungsi sharing lewat email itu seperti apa, aku ini orang sibuk"
Diantarkannya ke sebuah halte bus dimana mereka saling mengucapkan terimakasih, tidak lama kemudian bus yang ditunggu datang Mita bergegas naik, dan mengucapkan kata "Terimakasih" diakhirinya dengan senyuma Juan hanya membalas dengan senyum manisnya.


***


Hari berikutnya Juan bergegas mengirim pesan lewat email ke Mita ada sedikit ragu karena takut di balas lama karena Mita bilang sendiri kalau dia orang Sibuk dan akhirnyanya dia berani mengirim pesan lewat email "Selama malam Mita, ini Juan". Tidak lama sekitar tujuh menit Mita membalas "Hai Juan, Senang bisa ngobrol lagi" sontak Juan senang dan gembira bahkan ia suka tersenyum-senyum sendiri. 

Hal seperti itu terus mereka berdua lakukan hingga pada hari berikutnya Juan mengucapkan selamat pagi ke Mita, namun Mita tidak menjawabnya, Hingga larut malam Juan masih setia menunggu dan Mita baru membalas email Juan dengan text yang sangat panjang, dia menceritakan apa saja yang di lakukannya selama satu hari penuh, dan menanyakan balik apa yang di lakukan oleh Juan selama satu hari penuh, kebetulan Juan juga belum tidur dan masih bermain virtual game, tanpa berlama-lama Juan membacanya dan mengirimkan sebuah text apa saja yang ia lakukan selama satu hari penuh.
"Hai Mita, ditengah kesibukanmu aku hanya menghabiskan waktu dengan membaca dan bermain game, tidak lebih dari itu, aku juga sesekali mengecek email ku apa kau sudah membalasnya, setiap beberapa jam sekali aku mengeceknya tanpa bosan, dan pada intinya aku hanya menunggu kau membalasnya, hingga larut malam seperti ini aku masih mengharapkan kau dapat membalasnya, kalau pun kau sudah tidur dan menyapa gerbang mimpi aku harap aku ada di sana menyambutmu di gerbang mimpi.
 ***
Thanks for reading Prolog dan Epilog #1

« Previous
« Prev Post

0 comments :

Post a Comment