Home » » Prolog dan Epilog #3

Prolog dan Epilog #3

EPILOG

***

"Rena tau, kalau Juan tidak akan pernah berhenti mencari Mita."

"Bolehkah gue pinjam tangan lo? itu juga jika lo mau." kata Juan sambil melihat muka Rena. Dengan gugup Rena menjawab "Tentu saja." Perlahan-lahan Juan memegang tangan kanan Rena dan menggenggamnya. 
"Rena makasih, ya. Lo selalu ada di saat gue hampa seperti ini dan mau nemenin kesendirian gue selama empat tahun ini. Kalau nggak ada lo, segalanya akan menjadi berat."
Rena bisa merasakan kuatnya genggaman dari tangan Juan, dia tidak membalas ucapan Juan karena gugup dan dia hanya mengapal tangan kiri sekuat-kuatnya dan menutup mulutnya agar dia tidak gemetar.
"Eh, Juan lo pernah bilang kalau kita gugup hal yang kita lakukan itu adalah mengepal tangan dan menutup mulut itu maksudnya apa?" tanya Rena dengan wajah penasaran.
"Jadi lo mau tau jawabannya?, kalau-pun lo tau jawabannya lo bakal merasa sakit." ucap Juan. Rena yang masih penasaran itu hanya diam. tiba-tiba Juan melanjutkan perkataannya.
"Setiap kali perasaan gue mulai nggak terkendali dan gugup. Gue bakal mengepalkan kedua tangan gue dan menutup mulut gue sekuat-kuatnya. Itu adalah cara gue bertahan. Karena, kalo nggak, gue pasti bakal peluk seseorang itu. dan bakal bilang sesuatu.. Kalau gue Suka sama seseorang yang salah, yaitu lo. Rena"
Dalam posisi ini tangan kanan Juan mengepal sangat kuat, hingga sedikit getaran di tangan kanannya kerasa, Rena yang Sedikit paham apa yang di maksud langsung memeluk Juan. "Lo nggak salah, gue juga suka sama lo." Juan yang kaget hanya membalas dengan satu kata. "Maaf."

Rena pun berbalik nanya dan bilang, "Maaf untuk apa?" Posisi juan yang perlahan melepas dari pelukan Rena hanya senyum dan menjawab.
"Maaf, gue hanya sekedar suka dengan lo, mungkin untuk bilang sayang ke lo masih bisa gue lakuin, cuman gue butuh waktu untuk ini, gue tau perasaan lo selama empat tahun ini adalah, lo ngerepin gue buat sekedar tau kalau lo Suka dan Cinta sama gue, gue udah tau itu, saat pertama kali gue mengepal tangan dan menutup mulut sekuat-kuatnya, tapi gue mau jawab apa.. Gue belum bisa Cinta sama lo. Maaf."
Juan pun lekas pergi dan meninggalkan Rena sendiri, Posisi ini membuat Rena lemas dan tidak kuat mengepal bahkan menutup mulutnya sekuat mungkin tidak bisa. Ada air mata yang jatuh perlahan ke pipinya hingga menyentuh bibirnya. satu kata terakhir yang terucap dari dalam hati Rena adalah.
"Terimakasih."


-TAMAT- 
Thanks for reading Prolog dan Epilog #3

« Previous
« Prev Post

0 comments :

Post a Comment