Mimpi dan 3 Cangkir Kopi Hitam

Siang hari pukul 13:04 PM sehabis membaca dan membeli buku, terdengan sebuah nada "PING!!!" ya aku harap dia, tapi bukan...

Mungkin karena kau tak selalu muncul dimimpiku bahkan sudah terlalu lama setelah hari dimana aku berharap lebih, akupun mencoba menuliskan cerita ini.

Setiap malam, aku berangkat tidur lebih lama daripada orang-orang
mendatangkanmu ke dalam mimpi bersama sepasang cangkir kopi hitam, manis, dan hangat
sehangat selimut yang membalut tidurku di malam hari, dan menghadirkan hangat yang asing di kedua pipiku

Lalu cangkir ketiga adalah pertanda
bahwa sepasang sebelumnya tak pernah cukup, untuk mendatangkanmu
sebab mengingatmu selalu sama tak pernah jadi sederhana.

Jika memang mencintai begitu rumit, ubahlah ia menjadi perkara yang kau ikhlaskan

Sejurjunya aku, hanya seorang pecundang yang geram ingin menyangkal naskah takdir. Kukira sejalan dengan yang dulu kita candakan dan tawakan, tapi berbeda, satu demi satu itu hilang.

Seandainya saja bukan waktu atau keadaan yang merubah ini. mungkin kita bercanda dan tertawa bersama lagi.

Engkau, pada mulanya seperti sebuah pelangi, dan aku seorang penerjemah buta. Mencoba memahamimu dengan semua kemampuanku memahami warna tanpa harus menikmati keindahanmu.

Entah pada hari apa, dan entah kenapa aku merasa sebuah jarak di antara kita muncul dan lewat ketinggianmu yang tak bisa kuraih.

Namun sayangnya penantian yang ditunggu tak pernah sederhana, dan sayangnya penantian tak selalu menghasilkan temu, bahkan berusaha menjauh. Mungkin saja kau tau atau merasakannya.

Ya di lain hari kita akan bertemu kembali. Aku ingin melihat siapa di antara kita yang senyumnya paling bahagia. dengan menyapa "Hai Apa Kabar" dan di jawab dengan...


"Baik, sangat baik, bahkan lebih baik dari hari-hari sebelumnya"
Thanks for reading Mimpi dan 3 Cangkir Kopi Hitam

« Previous
« Prev Post

0 comments :

Post a Comment