Biar kutebak apa yang sedang kamu pikirkan, mungkin kamu sedang memikirkan tujuanku menulis tulisan ini kan? Ya, kau tepat.
Aku ingin bercerita sedikit, pukul 5 sore tadi aku sedang duduk di atas genteng sembari meminum susu kotak dan mengetik ini di memo. Aktifitas yang aku lakukan setelah lulus SMK ini adalah mencoba berdagang dan membaca sedikit novel, itu membuat otak ku penat yang hampir sama setiap harinya kukuras untuk memikirkanmu dan memikirkan setiap deretan kalimat dari sebuah tawar menawar dagangan dan novel yang ku baca.
Aku bertanya, apa yang kau rasakan saat melihat senja? Angin sepoinya? Atau warna langit oranye yang mirip kulit jeruk? Atau kau merasa jantungmu berdebar ketika tak sengaja pikiranmu menyenggol rak kenangan tentang seseorang atau dia di masa lalumu? Entahlah jangan minta aku menebak, karena menebak-nebak itu seperti berjudi, dan kau tau jika kau kalah judi? Kau akan merasa kecewa.
Jika kau ingin mengajukan pertanyaan mengapa aku sangat mencintai senja. Aku akan menjawab dengan senang hati. Aku mencintai senja karena, sederhananya, senja selalu mempunyai cerita yang tak pernah bosan untuk kutulis dan, senja selalu setia mencumbu bola mataku dengan keindahan yang tak dapat kujelaskan.
Aku selalu sabar menanti senja tiba, karena senja hadir tak selalu sama. Kadang keemasan kadang muram. Mungkin terbaca labil, tapi itu bukan alasan agar aku tidak menikmatinya. Kau tau? Perasaan manusia pun seperti senja dan cuaca, selalu berubah-ubah pemandangannya. Jadi bisa jadi perasaan senja dan kita itu sama, dan aku punya angan-angan kecil yang ingin kulakukan bersama seseorang yang kucintai tapi itu Mustahil.
Bersamanya menikmati salah satu keindahan di langit semesta itu dengan menjajakan kaki di antara butiran pasir pantai sambil bergenggaman tangan, (ya itu mustahil) dan dia menyandarkan kepalanya di bahuku, (sekali lagi itu mustahil) lalu terpejam dan bercakap-cakap dengan bahasa kalbu. Bagiku itu hal sederhana yang paling romantis dan semua itu mustahil jika kita berdua lakukan.
Dengan tatapan malu mu aku yakin, semua itu sudah kau lakukan dan jika aku melakukannya bersamamu itu menjadi sebuah Replika dari kenangan yang pernah kau lakukan bersama seseorang.
Tak banyak yang ingin aku tulis pada kesempatan ini. Aku hanya ingin bercerita spontan sesuatu yang sedang kupikirkan selama 4 hari kebelakang ini.
Senja dan kamu; aku mencintai kalian berdua.
Senja
RE
4:41 AM
Thanks for reading
Senja
Labels: #ceritasuram , #cinta , #galau , #soresuram , #tentangkamu , cerpen
« Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next »
Next Post »
Next Post »
0 comments :
Post a Comment