Ya kau hebat ini adalah panggungmu, tempat pertunjukanmu, tempatmu menari dan bercerita mengeluarkan semua ekspresi yang ada dipikiranmu, sementara aku hanya terdiam dan secara paksa menyaksikanmu.
Terkadang, untuk menyaksikan sendiri pertunjukanmu adalah pukulan yang telak, karena memaksaku untuk menunggu sampai semua berakhir, dan diakhir itu semua aku hanya bisa berdiri dan memberikan tepuk tangan sambil mengucapkan "Terima Kasih" setidaknya pertunjukan yang panjang telah usai.
Kau tidak sadar. Sekarang aku harus bagaiman? diam dengan kenyataan bahwa ini lah aku, yang menunggu pertunjukanmu yang sangat lama ini selesai, dan hatiku berbicara dengan otakmu, memiliki pemahaman yang sama, bahwa orang lain terlanjur benci denganku.
Sejujurnya, bahwa aku tidak ingin membenarkan kalau aku lemah, aku tidak ada apa-apanya dibangingkan sosok aku yang selama ini kau kenal. Memang banyak yang berkata bahwa kau dan aku bukan orang yang tepat untuk menjadi kita. Namun kau boleh mendengarkan aku bicara jujur, sebab karena aku mencintaimu, aku sangat gugup mengatakan hal ini.
Aku mencintaimu, entah dari mana aku mendapatkan perasaan itu, tetapi demi kamu aku akan berjuang melawan keinginanku. Aku tau ini hal yang tidak mudah membuatmu yakin, terlebih mereka yang terlanjur membenciku.
Dan kamu adalah perempuan yang tidak ingin kehilangan perasaanku, meski kamu tak tau bagaiman perasaannya sendiri.
0 comments :
Post a Comment