Semua tentang mu.. menceritakan kesan merana, mungkin ini senja terakhir untuk sebuah kesaksian dimana jari-jemari ini mengitik kata perkata yang di selimuti doa untukmu.
Senja...
Sebelum senja, kulukis sebuah pintu berwarna jingga. Dengan penuh asa, ia menghubungkan kita berdua, melambaikan tangan kelangit sambil melukin dan bercerita mengenai dua bulatan di pipimu, yang membuat ku lemah tiap kali kau perlihatkan, aku mencoba menangkap lukisan disenja itu, dan ternyata tidak bisa, selebihnya hanya ada debar rasa kecewa dalam tidur ku.
Senja...
Entah untuk berapa hari kedepan tidurku kurang nyenyak, selalu melihat hari dimana hari itu akan datang dan membawa mu pergi melewati berbagai musim. tak usah khawatir, biarkan musim-musim itu pergi, berganti bersama cuaca-cuaca yang menua, hingga aku dan kau tahu, berapa banyak senja yang pernah kita lihat, dan akan menyambut sebuah perih.
Senja...
Di batas senja berkabut, aku menyambut perih, biar setiap sakit dan luka ku terbasuh dengan sempurna, terima kasih telah menyambut luka ku, dan mengganti dengan kata perkata dari mu, dan sekali lagi Aku Lemah. Nanti, disaat semua berubah dan tak berarti lagi. kita akan mengenang cinta sebagai garis-garis warna pada senja yang lenyap dilahap gelap yang berganti dengan Malam.
Senja-mu Berganti Malam
RE
4:46 AM
Thanks for reading
Senja-mu Berganti Malam
Labels: #Fanfic , #malamsuram , #prosa , #tentangkamu , Belajar Ikhlas
« Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next »
Next Post »
Next Post »
0 comments :
Post a Comment