"...senin pagi 5:30 AM" gue mulai menulis sebuah cerita ini dan sambil menunggu seseorang terbangun dari tidur nya dan menyambut ucapan "Selamat Pagi"
Agustus 2014 sembari menikmati secangkir kopi yang menyambut hari dengan kata selamat pagi, gue menatap deretan tombol keyboard laptop yang berwarna hitam dengan perasaan yang aneh.Baru-baru ini gue habis nyatakan sebuah perasaan aneh ke gadis pendiam, cuek, anggun dengan senyum yang menyerupai mamah gue, dan gue suka itu.
***
Mungkin bagi sebagian orang risih ya dimana posisi dia saat itu baru putus terus gue hadir kembali setelah beberapa tahun mundur buat dapetin dia. berjalan dua bulan gue udah beraniin diri buat ngomong tentang persaan selama bertahun-tahun yang gue pendem, saking dalam dipendem susah buat rubah kata LO-GUE menjadi AKU-KAMU. Kalau boleh jujur emang terlalu cepet buat ngomong ini tapi semua udah terlanjur, jadi jalanin aja dulu. Setelah itu semua berlajan gak ada yang berubah, masih sama chatting layaknya temen deket yang lama tak berjumpa. sedikit mundur kebelakang sebelum berjalannya dua bulan itu.
***
Saat perpisahan sekolah putih abu-abu, gue kurang respect banget sama yang namanya wanita, kecuali teman wanita yang bener-bener anggap gue teman gak lebih dari itu, saat itu pesta malam dimana semua anak-anak kelas ngumpul menjadi satu di atas banyaknya meja makan dan ada panggung show layaknya bangsawan yang sedang berpesta malam itu. Saat itu juga gue sedang sibuk dengan ketikan yang gue buat dan gak mau pusing dengan pesta seperti itu, saat berlangsungnya pesta, ada yang beda yang tadinya mau lanjut terus mengetik tiba-tiba gadis itu dateng, haha lucu sih tiba-tiba lewat kayak merubah suasana pada waktu itu, gue juga sempet bilang ke temen gue buat ingetin gue untuk foto bareng sama gadis itu, dalam hal ini gue mencoba untuk fokus.
***
Jam 12 malam pada waktu itu, acara sudah selesai, tinggal sesi foto bersama untuk setiap kelas, tiba-tiba gadis itu muncul lagi bersama temannya, secara spontan temen bilang "hard ayo itu dia, mau foto bareng ngga?" posisi gue saat itu bingung mau gue ladenin atau engga, reflek gue langsung lari ngejar gadis itu dan ngomong "Hoi foto bareng dong, pliss satu kali aja", Melihat dia yang panik takut karena pada saat itu dia masih punya pacar, jadi engga ush lama-lama dan gak banyak hal sih yang buat diomongin, cuma yang gue inget gue salaman sama dia terus bilang "Sukses ya untuk kedepannya" terus dia jawab sambil ngeluarin senyum indahnya itu. Ya Allah Aku Lemah :')
***
Yang pada malam itu gue diem-diem aja sontak gue seneng banget, gue peluk salah satu sahabat gue dan bilang, "HAHAHAHA gue berhasil broh malam ini pecah" acara pun selesai gue dan teman-teman kembali ke kamar dengan wajah senang, saat dijalan gue cuma bisa senyum-senyum engga jelas berbeda dengan teman-teman gue yang ya ada sedikit sedih juga, karena mereka anggap ini semua arti perpisahan padahal perpisahan sesungguhnya itu ada kematian dan ucapan selamat selamat tinggal.
to be continued~
0 comments :
Post a Comment