Cahaya Korek

Ketika aku berjalan dan hanya ditemani cahaya korek, aku membayangkan ada lukisan wajah mu yang terpantul bagaikan cermin.

Dan itu semua membuat ku jatuh hati, saat percaya indah kesenyum mu hanya sebagian kecil keindahan yang kau miliki.

Lucu memang, disaat aku berjalan tanpa tujuan, aku pernah membayangkan, kita menikmati pemandangan bahagia dari sayap semesta tanpa harus bersama.

Karena setiap kali aku merindukanmu, aku harus lekas pulang pada rumahku menumbangkan harapan, atas nama tahu diri, dan rasa.

Ya pada akhirnya, kau hanya harus tau sebuah hal tentang aku, seseorang yang mengangankanmu, menginginkanku.

Sebelum luka tercipta di antara kita lewat waktu, mungkin ada baiknya aku berdoa saja untuk cahaya senyummu lalu pergi.

Thanks for reading Cahaya Korek

« Previous
« Prev Post

0 comments :

Post a Comment