Aku memikirkanmu sedikit. Kamu sedang apa? Kamu sekarang dimana. Tapi terus terang ini bukan lagi perasaan kangen. Entah perasaan apa, aku sendiri juga tidak tahu.
Bodoh bila terus memikirkan mu tanpa sebuah alasan, jika benar ini semua tanpa alasan, anggap saja "Aku Angin" datang dan pergi tanpa alasan yang jelas yang pantas untuk dilupakan sejenak atau selamanya sampai ingatan itu datang kembali.
Jujur... Aku memang seorang pelupa, namun aku masih ingat bagaimana rasanya dilupakan dan tak di anggap, dan itu semua terjadi karena satu hal... karena "Cinta" dan aku lupa kapan tepatnya terakhir kali tersenyum. Seingatku, saat kamu memberikan jawaban yang kurang jelas dan mulai bahagia bersama dia.
lucu memang kedengarannya, tapi anggap saja sekali lagi kalau "Aku Angin"
Ya tentu saja, aku pernah ada di antara mereka, namun tak terlihat oleh kaca matamu, hanya bisa dirasakan seperti angin, yang ada tapi tidak terlihat dan juga tidak dianggap.
Kau mungkin tau hal ini, Kau selalu cantik di mataku meskipun wajahmu memerah karena marah, dan karena risih akan hadirnya aku disini.
Tapi coba kau keluar dan ucapkan selamat pagi, mungkin ada sedikit hembusan angin di pagi ini, yang membalas ucapan selamat pagimu, dan itu lah aku...
"Aku Angin"
Aku Angin
RE
3:25 PM
Thanks for reading
Aku Angin
Labels: #ceritasuram , #pagisuram , #tentangkamu , cerpen
« Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next »
Next Post »
Next Post »
0 comments :
Post a Comment